• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Pesan Kaprodi
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Tujuan
    • Pengelola
    • Staf
      • Staf Pendidik
      • Staf Kependidikan
    • Sertifikasi & Penghargaan
  • Akademik
    • Sasaran
    • Capaian Pembelajaran (PLO)
    • Kurikulum
    • Keterkaitan Matakuliah – Capaian
    • Peta Matakuliah
    • Metode Pembelajaran dan Penilaian
    • Field Camp SEG-UGM
    • Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)
      • Tentang MBKM
      • Daftar MBKM Mahasiswa
      • Kegiatan MBKM
    • Kerja Praktik
    • Kolokium
    • Tugas Akhir
    • Sertifikasi Kompetensi
      • Softskill – Wadhwani Foundation
  • Informasi
    • Penelitian
      • Kelompok Penelitian
      • Fasilitas
    • Kerjasama
    • Himpunan Mahasiswa
    • Alumni
      • Profil Lulusan Geofisika UGM
      • Temu Kangen 2023
  • Dokumen
  • Kontak
  • Kalendar Akademik
  • Beranda
  • Artikel
  • Warisan Proyek Astungkara Giri Agung Aman: Kolaborasi Geofisika UGM, UNUD, dan MFRI dalam Mitigasi Bencana Gunung Api

Warisan Proyek Astungkara Giri Agung Aman: Kolaborasi Geofisika UGM, UNUD, dan MFRI dalam Mitigasi Bencana Gunung Api

  • Artikel, Berita, Kegiatan, Slider
  • 31 January 2025, 09.24
  • Oleh: geofisikaugm
  • 0

Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kawasan lereng gunung berapi di Indonesia, Program Studi Geofisika FMIPA UGM bekerja sama dengan Fakultas Pariwisata serta Fakultas Teknik Universitas Udayana (UNUD), bersama dengan Mount Fuji Research Institute (MFRI), menyelenggarakan lokakarya dan focus group Discussion (FGD). Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda unggulan tahunan dalam Proyek AGAA, sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat ketahanan terhadap ancaman bencana masyarakat.

Lokakarya dan FGD tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 25 Januari 2025, bertempat di Kantor Perbekel Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Acara ini menjadi ajang diskusi penting bagi berbagai pemangku kepentingan dalam bidang mitigasi bencana.

Partisipasi Berbagai Kegiatan Pemangku Kepentingan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang memiliki peran krusial dalam penanggulangan bencana, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta para aktivis kebencanaan yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali. Selain itu, kehadiran kepala sekolah dari berbagai sekolah dasar negeri di Kabupaten Karangasem mengingatkan pentingnya peran pendidikan dalam meningkatkan kesadaran akan risiko bencana sejak dini.

Proyek AGAA: Membangun Ketahanan Masyarakat Lereng Gunung Api
Proyek AGAA, yang menjadi payung bagi kegiatan ini, didanai oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) melalui skema proyek akar rumput ( Grassroot ). Dengan menempatkan perguruan tinggi sebagai agen pemberdayaan, proyek ini fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat agar lebih siap menghadapi ancaman bencana, khususnya letusan gunung api. Proyek ini merupakan kelanjutan dari Proyek Merapi Gadjah Mada Fuji (MGF) yang berlangsung pada tahun 2017 hingga 2020 dan fokus pada edukasi bagi anak-anak sekolah serta guru di lereng Gunung Merapi mengenai mitigasi bencana berbasis ilmiah.

Situasi kegiatan focus group Discussion (FGD) yang dimoderatori oleh Dr.rer.nat. Ade Anggraini, dosen Geofisika FMIPA UGM (25/01)

Kegiatan FGD ini dimoderatori oleh Dr. I Nyoman Sukma dari Fakultas Pariwisata UNUD dan Dr. Ade Anggraini dari Geofisika FMIPA UGM. Diskusi ini menghadirkan beberapa panelis, antara lain Prof. Fujii dan Dr. Yoshimoto sebagai perwakilan dari MFRI, Dr.

Dr.rer.nat. Wiwit Suryanto, mewakili Proyek Astungkara Giri Agung Aman (AGAA) dari Geofisika FMIPA UGM, berdiskusi secara ringkas kegiatan proyek hingga tahun 2025 (25/01)

Wiwit Suryanto, selaku kepala Proyek AGAA sekaligus dosen Geofisika FMIPA UGM, menyampaikan, “Setelah terlaksananya proyek AGAA selama 2,5 tahun, harapannya program ini dapat menjadi wadah yang berkelanjutan untuk strategi mitigasi bencana, khususnya letusan gunung berapi.”

Tahun 2024 menandai tahun ketiga sekaligus tahun penutupan Proyek AGAA. Oleh karena itu, lokakarya dan FGD kali ini menjadi momentum penting dalam merefleksikan hasil yang telah dicapai selama pelaksanaan proyek. Selain sesi diskusi, pendekatan edukatif juga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini.

Demonstrasi Eksperimen: Edukasi Tentang Mekanisme Letusan Gunung Api
Sebagai bagian dari program ini, berbagai pendekatan diterapkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang mitigasi bencana, salah satunya melalui eksperimen pemaknaan mekanisme letusan gunung api. Eksperimen ini dipandu oleh tim dari Mount Fuji Research Institute (MFRI) Jepang dan diperagakan oleh para pemangku kepentingan yang hadir dalam acara tersebut.

Demonstrasi alat peraga mitigasi bencana gunung berapi yang dibuat oleh MFRI Jepang dan laboratorium geofisika UGM dilakukan oleh Dr. Yoshimoto dari MFRI Jepang (25/01)

Untuk memastikan edukasi ini terus berlanjut, alat yang digunakan dalam eksperimen juga didistribusikan kepada Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Karangasem. Media pembelajaran ini dirancang agar masyarakat dapat memahami proses letusan gunung berapi dengan cara yang sederhana, namun tetap berdasarkan prinsip ilmiah.

Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan edukasi tentang mitigasi bencana di Karangasem dapat terus berjalan meskipun Proyek AGAA akan segera berakhir. Upaya ini juga sejalan dengan implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ( SDGs ), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), dan 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

Harapan Ke Depan

Foto bersama peserta kegiatan FGD dan Loka Proyekkarya AGAA di Kantor Perbekel Desa Duda Timur, Bali (25/01)

Melalui kolaborasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam tentang kesiapsiagaan bencana, pengurangan risiko, serta langkah-langkah pencegahan dan mitigasi letusan gunung api. Lebih dari sekedar kegiatan akademis, lokakarya ini menjadi wadah nyata bagi akademisi, praktisi, dan masyarakat untuk bersama-sama membangun sistem mitigasi bencana yang lebih tangguh.

Dengan berakhirnya Proyek AGAA, semangat kolaborasi ini diharapkan tetap berlanjut dan menjadi inspirasi bagi proyek-proyek mitigasi bencana lainnya di Indonesia.

#GeofisikaUGM #JICA #Grassroot #KolaborasiInternasional #MitigasiBencana

Penulis: Dr.rer.nat. Ade Anggraini, S.Si., M.Si.
Foto: Septrilia Restu

 

Tags: JICA Kolaborasi Internasional Liputan Mitigasi Bencana Pendidikan Berkualitas Penelitian dan Inovasi SDG 11: Sustainable Cities and Comminitis SDG 17 : Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 4 : Pendidikan Berkualitas

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Kegiatan PkM Geofisika UGM dan Banyumanik Research Center: Memetakan Struktur Bawah Permukaan Menuju Desa Wisata Edukasi
  • Geofisika UGM Menjadi Tuan Rumah Foresighting Geophysics & Innovation Day 2025
  • PkM : Tembus Bawah Permukaan Bagelen, Petakan Akuifer Potensial Lewat Geolistrik
  • Validasi Global: Kualitas Field Camp Geofisika UGM Dinilai Top 2 di Dunia, Diundang Khusus ke SEG IMAGE 2025
  • Menyulam Ilmu dan Inovasi: UGM–Pertamina Bangun Masa Depan Energi lewat Machine Learning
Universitas Gadjah Mada

PROGRAM STUDI S1 GEOFISIKA, DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
________________________________________
Sekip Utara Bls 21 Bulaksumur Yogyakarta 55281Indonesia
Telepon/ Faks.:+62 274 6492384 | +62 813 2929 0060 | E-mail : geofisika@ugm.ac.id | Instagram : @geofisikaugm

 

© GEOFISIKA Universitas Gadjah Mada 2024

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY