Fakultas MIPA UGM melalui Laboratorium Geofisika memperkuat kolaborasi riset bersama PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dengan menyelenggarakan Studi Swakelola Handil & Sisi Pore Pressure – Geomechanics Machine Learning serta MIFI Machine Learning. Acara yang berlangsung di Auditorium Herman Johanes Lantai 7 FMIPA UGM ini menjadi kelanjutan kerja sama strategis yang telah terjalin lebih dari 15 tahun, dengan fokus pada penguatan riset geosains berbasis digitalisasi dan penerapan teknologi mutakhir di sektor energi.

Foto bersama antara Tim Riset Geofisika UGM dan tim dari Pertamina Hulu Mahakam sebagai bagian dari kolaborasi penelitian bersama (10/03)
Acara ini dihadiri oleh Dekan Fakultas MIPA UGM, Prof. Kuwat Triyana, serta Bu Susan Syahdina selaku Senior Manager Subsurface Development & Planning PHM. Hadir pula Dr. Sudarmaji sebagai Project Leader. Keterlibatan ini menegaskan pentingnya sinergi antara universitas dan industri, baik dalam mendukung transformasi energi maupun dalam mendorong adopsi teknologi baru yang relevan dengan tantangan global.
“Pertamina telah menjadi mitra strategis UGM lebih dari 15 tahun. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat terus mengikuti perkembangan industri dan mengadopsi praktik terbaik, termasuk dalam pengembangan program magister geofisika yang fleksibel dan relevan dengan kebutuhan lapangan,” ujar Prof. Kuwat Triyana.
Sementara itu, Bu Susan Syahdina menekankan bahwa transformasi industri hulu migas saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari transisi menuju energi bersih hingga digitalisasi proses subsurface.
“Kami ingin bertransformasi ke arah yang lebih relevan dengan tuntutan global. Melalui kolaborasi dengan UGM, kami berharap proses digitalisasi, khususnya di bidang subsurface, dapat berjalan cepat, terukur, dan berdampak nyata bagi kedua pihak,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendorong riset yang berkontribusi langsung bagi sektor energi nasional. Penerapan machine learning dalam eksplorasi migas sekaligus mencerminkan upaya menciptakan metode kerja yang lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap tantangan energi masa depan.
Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dan poin 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kolaborasi antara dunia akademik dan industri menjadi fondasi dalam mendorong inovasi berkelanjutan serta memperkuat daya saing sektor energi Indonesia di era digital.
Penulis: Muhammad Averilljo
Dokumentasi: Muhammad Averilljo
