Desa Bagelen, Kabupaten Purworejo, menjadi lokasi kegiatan penelitian pada tanggal 12 Juli 2025 lalu, yang diinisiasi oleh Tim Dosen Prodi Geofisika, Departemen Fisika, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini terfokus pada solusi praktis untuk ketersediaan masalah air bersih berkelanjutan melalui pemetaan potensi akuifer baik dangkal maupun dalam menggunakan metode geofisika.
Pada kesempatan ini, mahasiswa geofisika juga ikut dilibatkan dalam kegiatan ini untuk terjun langsung dalam proses akuisisi data, mulai dari menancapkan elektroda hingga mencatat hasil akuisisi. Mereka terlibat mulai dari pemasangan elektroda, pengecekan instrumen, pengukuran parameter lapangan, hingga pencatatan data hasil akuisisi. Survei dilakukan di beberapa titik strategis Desa Bagelen dengan lintasan pengukuran sepanjang 100 meter untuk memperoleh gambaran struktur bawah permukaan secara lebih komprehensif.

Metode geolistrik Vertical Electrical Sounding (VES) dipilih karena mampu mengidentifikasi variasi resistivitas batuan yang berkaitan erat dengan keberadaan lapisan akuifer. Melalui metode ini, tim dapat mencerminkan kedalaman, ketebalan, dan kualitas lapisan pembawa udara di bawah permukaan.
“Hasil dari survei geolistrik ini melalui metode VES akan dipaparkan kepada masyarakat sehingga masyarakat bisa mengetahui mana titik-titik mana yang berpotensi mengandung air tanah. Jadi, InsyaAllah kegiatan ini akan berdampak pada masyarakat sekitar”- Herlan Darmawan, Dosen Prodi Geofisika
Setelah proses pengukuran selesai, data mentah geolistrik diproses menggunakan perangkat lunak khusus untuk menghasilkan model bawah permukaan. Tahap interpretasi dilakukan guna memahami sebaran litologi dan potensi zona jenuh air secara lebih akurat. Temuan akhir nantinya akan disampaikan kepada pemerintah desa dan masyarakat Bagelen sebagai rekomendasi lokasi potensi pengeboran maupun pengelolaan tanah jangka panjang.
Penulis : Pamungkas Yuliantoro, S.Si