• Tentang UGM
  • Portal Akademik
  • Pusat TI
  • Perpustakaan
  • Penelitian
  • Surel
Universitas Gadjah Mada
  • Beranda
  • Profil
    • Pesan Kaprodi
    • Sejarah
    • Visi dan Misi
    • Tujuan
    • Pengelola
    • Staf
      • Staf Pendidik
      • Staf Kependidikan
    • Sertifikasi & Penghargaan
  • Akademik
    • Sasaran
    • Capaian Pembelajaran (PLO)
    • Kurikulum
    • Keterkaitan Matakuliah – Capaian
    • Peta Matakuliah
    • Metode Pembelajaran dan Penilaian
    • Field Camp SEG-UGM
    • Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)
      • Tentang MBKM
      • Daftar MBKM Mahasiswa
      • Kegiatan MBKM
    • Kerja Praktik
    • Kolokium
    • Tugas Akhir
    • Sertifikasi Kompetensi
      • Softskill – Wadhwani Foundation
  • Informasi
    • Penelitian
      • Kelompok Penelitian
      • Fasilitas
    • Kerjasama
    • Himpunan Mahasiswa
    • Alumni
      • Profil Lulusan Geofisika UGM
      • Temu Kangen 2023
  • Dokumen
  • Kontak
  • Kalendar Akademik
  • Beranda
  • Artikel
  • Kolaborasi FMIPA UGM dan Mitra Jepang dalam Edukasi Kebencanaan Anak di Lereng Merapi

Kolaborasi FMIPA UGM dan Mitra Jepang dalam Edukasi Kebencanaan Anak di Lereng Merapi

  • Artikel, Kegiatan, Slider
  • 26 May 2026, 14.04
  • Oleh: geofisika
  • 0

Edukasi sejak usia dini menjadi kunci membangun generasi tangguh di kawasan rawan bencana melalui pendekatan interaktif dan kolaborasi internasional.

Oleh Tim KBK Geosains Departemen Fisika FMIPA UGM

Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana terus dilakukan melalui berbagai pendekatan, salah satunya melalui edukasi sejak usia dini Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Geosains Departemen Fisika FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Dukun, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, pada 25 April 2026.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di kawasan yang rentan terhadap erupsi Gunung Merapi. Mengusung tema “Yuk, Menjadi Si Kecil Ahli Bencana”, program ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak.

Kolaborasi Internasional untuk Edukasi Generasi Muda

Pelatihan kali ini merupakan hasil kolaborasi antara FMIPA UGM dan NPO Volcano Jepang dengan dukungan pendanaan dari Japan International Cooperation Agency (JICA). Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Desa Dukun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), serta kelompok masyarakat Barisan Masyarakat Siaga Bencana (BIMAGANA).

(25/04) Narasumber dan para pemangku kepentingan menyimak sambutan Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto

Sasaran utama kegiatan ini adalah 60 siswa kelas 5 dari SDN Dukun 1, SDN Dukun 2, SDN Dukun 3, SDN Dukun 4, dan MI Ma’arif. Pemilihan kelompok usia ini dilandasi oleh pentingnya menanamkan pemahaman mitigasi bencana sejak dini sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Dukun, Tanto Heryanto, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program edukasi kebencanaan bagi siswa di wilayahnya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini, mengingat Desa Dukun merupakan salah satu wilayah yang rawan terhadap erupsi Gunung Merapi. “Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman sejak dini agar mampu menghadapi potensi bencana di masa depan,” ujarnya.

Pembelajaran Interaktif Berbasis Visual

Pada sesi awal, Koordinator KBK Geosains, Theodorus Permana, menyampaikan materi terkait pengenalan jenis-jenis bencana, potensi risiko, serta langkah-langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat. Materi disampaikan secara interaktif melalui animasi dan video, termasuk dokumentasi aktivitas Gunung Merapi, sehingga siswa dapat memahami konteks bencana secara lebih nyata dan mudah dipahami.

(25/04) Theodorus Permana membuka sesi interaktif pengenalan jenis bencana serta langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat

Selanjutnya, pelatihan dilanjutkan dengan sesi yang diisi oleh Kenji Niihori dari NPO Volcano Jepang. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada pendekatan kesiapsiagaan bencana yang diterapkan di Jepang. Melalui media visual yang menarik, siswa diajak memahami bagaimana masyarakat Jepang membangun budaya siaga bencana sejak usia dini.

(25/04) Melalui video berbasis cerita, Kenji Niihori memperlihatkan kepada siswa apa yang dapat terjadi saat arahan keselamatan diikuti maupun diabaikan dalam situasi bencana.

Metode Kreatif: Sesi Onomatopoeia

Suasana pembelajaran semakin hidup melalui sesi onomatopoeia yang dipandu oleh Makoto Konno dari NPO Volcano Jepang. Dalam sesi ini, siswa diajak mengenali tanda-tanda bencana melalui pendekatan suara yang dikemas secara kreatif dan partisipatif. Metode ini tidak hanya menarik, tetapi juga membantu siswa memahami sinyal-sinyal alam dengan cara yang lebih intuitif.

(25/04) Dalam sesi onomatopoeia, Makoto Konno memandu siswa untuk mendeskripsikan bunyi benda atau fenomena alam ke dalam bentuk suku kata.

Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 8,6 pada pre-test menjadi 9,1 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,3 yang termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang digunakan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap mitigasi bencana.

Penutup dan Harapan Ke Depan

Kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan singkat sebagai take home message bagi peserta, dilanjutkan dengan pembagian karinto –camilan tradisional khas Jepang- sebagai bentuk pengenalan budaya, serta penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta. Selain menjadi simbol partisipasi, kegiatan ini diharapkan dapat meninggalkan kesan mendalam bagi siswa untuk selalu waspada dan siap menghadapi bencana.

(25/04) Dengan penuh kebanggaan, siswa peserta pelatihan menunjukkan sertifikat “Ahli Bencana Cilik” yang mereka peroleh setelah mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan.
(25/04) Seluruh peserta, fasilitator, dan mitra berfoto bersama sebagai penutup rangkaian kegiatan edukasi kebencanaan

Melalui program ini, UGM bersama mitra berharap dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya sadar, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi bencana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan di masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana seperti lereng Gunung Merapi.

Penulis: Ade Anggraini dan Luna Triana

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Recent Posts

  • Kolaborasi FMIPA UGM dan Mitra Jepang dalam Edukasi Kebencanaan Anak di Lereng Merapi
  • Perdalam Pemahaman Geologi Lapangan, Mahasiswa Geofisika UGM Laksanakan KLG di Kawasan Bayat
  • Kegiatan PkM Geofisika UGM dan Banyumanik Research Center: Memetakan Struktur Bawah Permukaan Menuju Desa Wisata Edukasi
  • Geofisika UGM Menjadi Tuan Rumah Foresighting Geophysics & Innovation Day 2025
  • PkM : Tembus Bawah Permukaan Bagelen, Petakan Akuifer Potensial Lewat Geolistrik
Universitas Gadjah Mada

PROGRAM STUDI S1 GEOFISIKA, DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA & ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS GADJAH MADA
________________________________________
Sekip Utara Bls 21 Bulaksumur Yogyakarta 55281Indonesia
Telepon/ Faks.:+62 274 6492384 | +62 813 2929 0060 | E-mail : geofisika@ugm.ac.id | Instagram : @geofisikaugm

https://akademikservicegfugm.ddns.net/

© GEOFISIKA Universitas Gadjah Mada 2024

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY