
Setelah satu bulan berlalu, laporan perkembangan “Studi Pengembangan Metode Passive Seismic dengan Time Invariant Ambient Noise Tomography (TIANT) dan Pemrosesan Data Controlled Source Electromagnetic (CSEM) untuk Mendeteksi Reservoir Hidrokarbon” kembali dilaksanakan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 25–26 Februari 2025, di The Alana Hotel Yogyakarta.
Kolaborasi strategis antara PT Pertamina Hulu Energi Upstream Innovation (PHE-UI) dan Laboratorium Geofisika FMIPA UGM ini menghadirkan berbagai tim ahli. Amalia Dyah K. Setoputri, selaku lead innovation geophysicist, bersama tim dari PHE-UI, termasuk Fredy Yulisasongko, yang bertindak sebagai project leader Studi CSEM-TIANT, serta sejumlah senior geophysicist dari PHE-UI, turut berpartisipasi dalam diskusi ilmiah ini. Selain itu, hadir pula tim lapangan dari JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi dan PT Elnusa Tbk, yang telah berperan penting dalam proses akuisisi data. Dari pihak akademik, Wiwit Suryanto, Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat FMIPA UGM, beserta tim riset Laboratorium Geofisika UGM, turut serta dalam pertemuan ini.
Dalam sambutannya, Wiwit Suryanto menyoroti tantangan inovasi metode nonseismik dalam eksplorasi hidrokarbon. “Metode CSEM, yang secara historis digunakan dalam eksplorasi panas bumi, kini menghadapi tantangan baru dalam aplikasi hidrokarbon. Ini menjadi momentum penting untuk mengeksplorasi potensi metode ini secara lebih mendalam. Kami mengapresiasi kerja sama dengan tim JOB Tomori dan Elnusa yang telah mendukung akuisisi data, serta berharap inovasi ini dapat menjadi solusi bagi tantangan energi di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Fredy Yulisasongko menyampaikan apresiasi atas dukungan dari FMIPA UGM dan mitra industri. “Terima kasih kepada tim FMIPA UGM yang telah memfasilitasi dan menyambut kami dengan sangat baik, serta kepada JOB Tomori dan Elnusa yang telah memberikan dukungan penuh selama proses penelitian di lapangan. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut secara berkelanjutan, memberikan manfaat nyata bagi pengembangan teknologi eksplorasi, dan berkontribusi terhadap kemajuan sektor energi di Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya dalam aspek Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (poin 9) serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (poin 17). Dari perspektif industri dan inovasi, integrasi teknologi CSEM dan TIANT membuka peluang modernisasi dalam sektor eksplorasi energi yang dapat mempercepat adopsi teknologi berbasis riset di industri migas. Sementara itu, dari aspek kemitraan, kolaborasi antara PHE-UI dan UGM menjadi contoh sinergi strategis antara akademisi dan industri dalam pengembangan teknologi eksplorasi yang dapat mendorong inovasi berkelanjutan, memperluas jangkauan penelitian geofisika, serta meningkatkan kapasitas nasional dalam eksplorasi sumber daya energi yang lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan masa depan.
Penulis: Septrilia Restu
Dokumentasi: Septrilia Restu