Setelah sukses inovasi Studi Clean Technology mengembangkan Self-Potential Electrical Resistivity Tomography (SP-ERT) untuk Injeksi Air dan Steam selama tiga tahun, pada tahun 2025 studi ini kembali berlanjut dengan integrasi beberapa strategi penelitian. Sebagai langkah awal, Kick-Off Meeting bertajuk “Studi Uji Laboratorium SP-ERT dan Studi Controlled Source Electromagnetic (CSEM) untuk Mendeteksi Reservoir Hidrokarbon” diadakan pada Senin, 24 Februari 2025 di The Alana Hotel Yogyakarta.
Forum ini menghadirkan para pakar di bidang geofisika, termasuk Freddy Yulisasongko, ahli geofisika senior studi CSEM; Fatkhul Muin, ahli geofisika senior studi SP-ERT; serta sejumlah ahli geofisika senior dari PT Pertamina Hulu Energi Upstream Innovation (PHE-UI). Dari Universitas Gadjah Mada (UGM), turut hadir Dekan Fakultas MIPA, Prof. Kuwat Triyana; Wakil Dekan Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Wiwit Suryanto; serta tim peneliti Laboratorium Geofisika FMIPA UGM.

“Terima kasih atas kepercayaannya kepada FMIPA UGM untuk kembali berkolaborasi dalam studi ini. Integrasi SP-ERT dan CSEM merupakan terobosan yang sangat menarik. Kami berharap penelitian ini dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang optimal, sebagaimana penelitian-penelitian sebelumnya,” ujar Prof. Kuwat Triyana dalam berbagai pembukaannya.
Freddy Yulisasongko dari PHE-UI menekankan pentingnya efektivitas penelitian dalam mendukung kebutuhan industri. “Ini adalah tahun keempat kerja sama kami. Dengan sumber daya yang terbatas, kami berharap tim FMIPA UGM dapat menghadirkan solusi inovatif yang sesuai dengan ekspektasi industri,” ungkapnya.

Inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) dengan dampak nyata dalam berbagai aspek. Dari sisi Energi Bersih dan Terjangkau (SDG 7) , studi ini mendorong pengembangan teknologi eksplorasi berbasis teknologi bersih yang lebih efisien dan ramah lingkungan melalui integrasi SP-ERT dan CSEM. Dari aspek Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9) , metode ini berpotensi meningkatkan akurasi deteksi reservoir hidrokarbon dengan biaya lebih rendah dibandingkan teknik konvensional, sekaligus memperkuat daya saing industri energi nasional. Sementara itu, dari perspektif Kemitraan untuk Tujuan Utama (SDG 17) , kolaborasi antara PHE-UI dan UGM memperkuat sinergi pelajar dan industri dalam mengembangkan teknologi geofisika yang aplikatif, membuka peluang penelitian lanjutan, serta mendorong pemanfaatan inovasi dalam skala industri yang lebih luas.
Penulis: Dr. Theodosius Marwan Irnaka, S.Si., M.Si.
Dokumentasi: Septrilia Restu
