Kunjungan Lembaga HMGF: Mengenal Seluk-Beluk Dunia Bisnis Oil & Gas Lewat Kunjungan ke SKK Migas

Sebagai sebuah lembaga yang dinamis, Himpunan Mahasiswa Geofisika UGM (HMGF) UGM menyadari bahwa hubungan kerja sama yang baik tidak hanya dibutuhkan di dalam ruang lingkup universitas saja, namun juga di luar lingkup Universitas Gadjah Mada. Hubungan yang baik dengan lembaga di luar lingkup UGM diharapkan dapat menjadi awal dari terciptanya kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Atas dasar itulah, HMGF UGM melaksanakan kunjungan kelembagaan ke kantor SKK Migas pada hari Selasa, 12 Agustus 2014. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program kerja kunjungan lembaga yang dimiliki oleh Departemen Hubungan Masyarakat HMGF UGM dan merupakan lanjutan dari kunjungan lembaga ke Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) yang telah dilakukan sebelumnya.

Kunjungan lembaga ini tidak hanya diikuti oleh pengurus dan anggota HMGF UGM yang berdomisili di Jakarta saja. Kehadiran peserta kunjungan yang juga berasal dari luar Pulau Jawa menandakan antusiasme yang tinggi dari peserta untuk mengenal lebih jauh badan hukum yang mengelola kegiatan usaha hulu minyak dan gas di Indonesia ini. Sebanyak 19 peserta kunjungan dari HMGF UGM disambut oleh Ibu Nyimas Fauziah Rikani atau biasa disapa dengan Ibu Dita selaku Kepala Urusan Hubungan Antar Lembaga SKK Migas, dan Bapak Rangga Dinasti selaku Staff Hubungan Antar Lembaga SKK Migas di Badak meeting room. Rombongan dari HMGF UGM disambut baik oleh SKK Migas. Menurut Ibu Dita, ini adalah pertama kalinya SKK Migas menerima kunjungan dari universitas.

Acara dimulai dengan perkenalan HMGF UGM oleh Bambang Trio Sumbodo selaku Kepala Departemen Hubungan Masyarakat HMGF UGM 2014, mulai dari keorganisasian HMGF UGM, prestasi – prestasi yang dimiliki oleh mahasiswa Geofisika UGM, hingga pemaparan program kerja yang dimiliki oleh tiap departemen. Setelah sesi perkenalan HMGF UGM, Ibu Dita juga sedikit memaparkan tentang SKK Migas, mencakup landasan hukum yang mendasari pembentukan SKK Migas, perubahan dari BP Migas menjadi SKK Migas, serta status SKK Migas saat ini.

Peserta kunjungan berdiskusi dengan Ibu Dita dan Bapak Rangga mengenai industri hulu migas Indonesia, serta berbagai isu yang selama ini melekat pada SKK Migas. “Banyak yang salah mengira bahwa selama ini SKK Migas yang membuat segala peraturan kerja sama migas. Padahal tidak, yang membuat peraturan adalah Kementerian ESDM, dan SKK Migas lah yang menandatangani peraturan kerja sama tersebut. Banyak juga yang mengira bahwa SKK Migas mengurusi semua kegiatan industri migas dari A sampai Z. padahal tidak, kami hanya bertugas di sektor hulu, yang terdiri atas eksplorasi, eksploitasi, dan lifting,” tutur Ibu Dita. Dahulu, lanjut Ibu Dita, fungsi pengawasan dilakukan oleh Pertamina. Tetapi fungsi pengawasan tersebut kemudian dipisahkan dari Pertamina. Tujuannya adalah agar Pertamina bisa fokus ke pelaksanaan industri migas. Akhirnya dibentuklah suatu Badan Hukum Milik Negara yang terpisah dari Kementerian ESDM maupun Pertamina dan bertugas untuk melaksanaan fungsi pengawasan tersebut.  “Kunjungan seperti ini juga merupakan sarana yang tepat untuk kroscek langsung mengenai kebenaran rumor-rumor yang beredar di masyarakat”, tegas Pak Rangga.

Di akhir kegiatan, HMGF UGM memberikan kenang-kenangan berupa plakat Tugu Jogja kepada SKK Migas, dan SKK Migas juga memberikan kenang-kenangan berupa plakat kepada HMGF UGM. Masing-masing peserta juga diberikan buku karangan salah satu akademisi UGM, A. Rinto Pudyantoro, berjudul “A to Z Bisnis Hulu Migas”. Buku ini tentunya sangat bermanfaat bagi para peserta yang tertarik untuk mengenal industri hulu migas lebih jauh lagi setelah mengikuti kunjungan ini. Di akhir, Ibu Dita menyampaikan bahwa SKK Migas sangat terbuka jika teman-teman mahasiswa ingin tahu lebih jauh mengenai SKK Migas dan industri hulu migas.

Dina Sari Handayani | Prodi S1 Geofisika Angkatan 2012

News

Events

Academic Information

Profile Video

Video Profil Geofisika UGM